MAKALAH
“Pengaruh Kepadatan Populasi Penduduk Indonesia Terhadap Lapangan Pekerjaan
dan Lahan Pemukiman”
Pengertian Kepadatan Populasi Penduduk
Kepadatan populasi penduduk lebih
dikenal dengan kepadatan penduduk.Kepadatan penduduk
adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan
dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk
pengukuran.Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu
mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan
demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada
pertumbuhan penduduk dunia.
Pertumbuhan
penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya
dan masalah penduduk pada khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap
jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial
ekonomi suatu daerah atau negara maupun dunia.
Pertumbuhan
penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya.
Angka pertumbuhan
penduduk adalah tingkat pertambahan penduduk suatu wilayah atau negara dalam
suatu jangka waktu tertentu, dinyatakan dalam persentase.
Nilai pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai
kecil dimana jumlah individu dalam sebuah populasi meningkat.
Ini dapat dituliskan dalam rumus: P = Poekt
Secara umum ada tiga faktor utama demografis yang mempengaruhi pertumbuhan
penduduk diantaranya sebagai berikut :
1.Kelahiran
(fertilitas)
2.Kematian
(mortalitas)
3.Perpindahan
(migrasi)
PENGARUH
KEPADATAN POPULASI PENDUDUK
INDONESIA TERHADAP LAPANGAN PEKERJAAN
DAN LAHAN PEMUKIMAN
1. Judul: Pengaruh kepadatan populasi
penduduk Indonesia terhadap lapangan pekerjaan danlahan pemukiman.
2. Masalah/Pertanyaan:Apa pengaruh
kepadatan populasi penduduk Indonesia terhadap
lapangan pekerjaan dan lahan pemukiman?
Pembahasan/jawaban:
A..Pengaruh kepadatan populasi penduduk Indonesia terhadap lapangan
pekerjaan.
Pengaruh Kepadatan Populasi Penduduk Indonesia Terhadap Lapangan
Pekerjaan
Hampir semua Negara di dunia in termasuk Indonesia tidak
mampu menyediakan lapangan kerja yang cukup menampung angkatan kerjanya.Bukan
hanya Negara berkembang yang tidak mampu menyediakan lapangan kerja, tetapi
juga Negara-negara maju.
Kurangnya
lapangan pekerjaan merupakan masalah yang harus ditangani
sungguh-sungguh.Alasannya, bekerja atau tidak bekerjanya seseorang berhubungan
langsung dengan kesempatan orang mencari nafkah.Dengan bekerja, seseorang mendapat
penghasilan untuk membiayai hidup dan keluarganya.
Kesempatan
kerja adalah tersedianya lapangan kerja bagi angkatan kerja yang membutuhkan
pekerjaan. Kesempatan kerja di Indonesia di jamin dalam pasal 27 ayat 2 UUD
1945 yang berbunyi: “ Setiap
warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.” Dari bunyi
pasal 27 ayat 2 UUD 1945 itu jelas bahwa pemerintah Indonesia bertanggung jawab
atas penciptaan lapangan kerja.Pemerintah berusaha untuk menciptakan lapangan
kerja bagi setiap warga negara karena penciptaan lapangan kerja berhubungan
dengan peningkatan pendapatan per kapita sekaligus pendapatan nasional.
Jumlah
penduduk Indonesia merupakan keempat terbesar di dunia setelah RRC, India, dan Amerika serikat. Laju pertumbuhan
penduduk Indonesia rata-rata 1,49% sehingga pada tahun 2006, jumlah penduduk di
Indonesia telah mencapai 222 juta orang (data BPS Maret 2006). Sejalan dengan
pertumbuhan penduduk tersebut, jumlah tenaga kerja dan angkatan kerja juga meningkat.
Pada tahun 1980, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 53,3 juta orang.
Angka ini naik menjadi 106,8 juta orang pada bulan februari 2006 (data BPS ).
Dengan demikian, dapat kita katakan semakain besar jumlah penduduk, semakin
besar pula jumlah angkatan kerjanya
Angkatan
kerja ini menbutuhkan lapangan pekerjaan. Namun umumnya, baik di Negara
berkembang maupun Negara maju, laju pertumbuhan penduuk ( termasuk angkatan
kerjanya) lebih besar daripada laju pertumbuhan lapangan kerja. Oleh karena
itu, dari sekian banyak angkatan kerja tersebut, sebagian tidak berkerja atau
menggangur.Dengan demikian, kesempatan kerja dan pengganguran berhubungan erat
dengan tersedianya lapangan kerja bagi masyarakat. Semakin banyak lapangan
kerja yang tersedia di suatu Negara, semakin besar pula kesempatan kerja bagi
penduduk usia produktif, sehingga semakin kecil tingkat pengangguran.
Sebaliknya, semakin sedikit lapangan kerja di suatu Negara, semakin kecil pula
kesempatan kerja bagi penduduk usia produktif, sehingga semakin tinggi tingkat
pengangguran.
Pengangguran atau tuna karya
adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari
kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang
berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Hal ini merupakan salah satu
permasalahan dalam ekonomi yang paling sulit diselesaikan sampai detik ini,
apalagi untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia.Bila kita lihat
dari tahun ke tahun, jumlah pengangguran justru makin banyak bukannya makin
sedikit.Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi yang sudah ada tidak
sanggup untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih cepat dibandingkan dengan
laju pertumbuhan penduduk yang makin pesat.
Berikut ini adalah beberapa penyebab
yang menyebabkan menjamurnya para penganggur di Indonesia.
-Penduduk yang relatif
banyak. Semakin banyaknya jumlah penduduk di Indonesia, tentunya membawa
dampak yang tidak baik bagi kehidupan social. Kepadatan penduduk ini juga akan
berdampak pada pertambahan jumlah pengangguran.
-Pendidikan dan keterampilan yang
rendah. Syarat seseorang untuk bisa dengan mudahnya memperoleh pekerjaan
tentunya harus dimodali dengan pendidikan dan keterampilan yang bagus.
-Angkatan kerja tidak dapat memenuhi
persyaratan yang diminta dunia kerja. Sama halnya dengan poin kedua,
ketidakterpenuhinya persyaratan yang diminta dunia kerja seperti pendidikan dan
keterampilan yang bagus hanya akan menambahi jumlah pengangguran di Indonesia.
Bahkan tak jarang kompetensi pencari kerja yang tidak sesuai dengan pasar
kerja.
-Terbatasnya lapangan kerja yang
ada. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi dan lulusan yang banyak sekali
tiap tahunnya sayangnya tidak diimbangi dengan banyaknya lapangan pekerjaan
yang disediakan.Hal ini menyebabkan semakin banyaknya pengangguran.
-Teknologi yang semakin
modern. Di era globalisasi ini, teknologi sudah sulit dijauhkan dalam
kehidupan sehari-hari kita.Kehadirannya begitu penting. Suatu pekerjaan akan
lebih cepat selesai, akurat, dan efisien dengan menggunakan teknologi. Biaya
yang dikeluarkan pun sedikit lebih menguntungkan dibandingkan dengan menyerap
tenaga kerja yang banyak namun tidak efisien dalam waktu pengerjaan.
-Pengusaha yang selalu mengejar
keuntungan dengan menerapkan sistem pegawai kontrak
(outsourcing). Perusahaan-perusahaan saat ini lebih sering menerapkan
sistem tersebut karena dinilai lebih menguntungkan mereka. Apabila mempunyai
pegawai tetap, mereka akan dibebankan pada biaya tunjangan ataupun dana pension
kelak ketika pegawai sudah tidak lagi bekerja. Namun dengan sistem pegawai
kontrak ini, mereka bisa seenaknya mengambil pegawainya ketika butuh atau
sedang ada proyek besar dan kemudian membuangnya lagi setelah proyek tersebut
sudah berakhir. Dan tentunya hal ini akan membuat perusahaan tidak perlu
membuang biaya besar. Namun sistem ini membuat munculnya pengangguran.
-Adanya pemutusan kerja dari
perusahaan biasanya disebabkan antara lain; perusahaan yang menutup
atau mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang
kondusif; peraturan yang menghambat inventasi; hambatan dalam proses ekspor
impor, dan lain-lain.
-Pemulangan TKI ke
Indonesia. TKI yang bermasalah di luar negeri sehingga harus di deportasi
ke daerah asalnya tentunya hanya akan menambah daftar panjang para penganggur
di Indonesia. Padahal sebenarnya diharapkan TKI tersebut dapat membantu
pemerintah mengurangi jumlah pengangguran di negeri ini dan menambah devisa
Negara.
-Penyediaan dan pemanfaat tenaga kerja
antar daerah tidak seimbang. Jumlah angkatan kerja disuatu daerah mungkin
saja lebih besar dari kesempatan kerja, sedangkan di daerah lainnya dapat
terjadi keadaan sebaliknya. Keadaan tersebut dapat mengakibatkan perpindahan
tenaga kerja dari suatu daerah ke daerah lain, bahkan dari suatu negara ke
negara lainnya.
Adapun jenis dan macam pengangguran:
-Berdasarkan jam kerja:
1.Pengangguran
Terselubung (Disguised
Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena
suatu alasan tertentu.
2.Setengah Menganggur (Under
Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena
tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini
merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
3.Pengangguran Terbuka (Open
Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai
pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat
pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
-Berdasarkan
penyebab terjadinya:
1.Pengangguran friksional (frictional
unemployment)
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang
disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar
kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan
tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.
Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan
sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
2.Pengangguran konjungtural (cycle
unemployment)
Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan
gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
3.Pengangguran struktural (structural unemployment)
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh
perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran
struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti:
1.Akibat
permintaan berkurang
2.Akibat
kemajuan dan pengguanaan teknologi
3.Akibat kebijakan
pemerintah
4.Pengangguran musiman (seasonal
Unemployment)
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi
kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus
nganggur.Contohnya seperti petani yang
menanti musim tanam, pedagang durian yang
menanti musim durian.
5.Pengangguran
siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas
naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah
daripada penawaran kerja.
6.Pengangguran teknologi
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau
penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.
7.Pengangguran siklus
Pengangguran
siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan
perekonomian karena terjadi resesi.Pengangguran siklus disebabkan oleh
kurangnya permintaan masyarakat (aggrerate demand).
-Mendorong majunya pendidikan. Pendidikan gratis bagi yang kurang mampu. Salah satunya
penyebab pengangguran adalah rendahnya tingkat pendidikan seseorang sehingga ia
tidak memiliki pengetahuan yang cukup dan susah untuk mendapatkan pekerjaan.
-Pemerintah sebaiknya menyediakan atau menciptakan lapangan
pekerjaan yang lebih banyak sehingga dapat membantu untuk mengurangi tingkat
pengangguran
-Mendidirkan tempat-tempat pelatihan keterampilan, misalnya
kursus menjahit, pelatihan membuat kerajinan tangan, atau BLK (Balai Latihan
Kerja) yang didirikan di banyak daerah. Hal ini juga termasuk cara mengatasi
pengangguran. Sehingga orang yang tidak berpendidikan tinggi pun bisa bekerja
dengan modal keterampilan yang sudah mereka miliki.
-Meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan.
-Mendorong
terbukanya kesempatan usaha-usaha informal.
-Meningkatkan
usaha transmigasi.
-Meningkatkan
pembangunan dengan sistem padat karya.
-Mengintensifkan program keluarga berencana.
Grafik
Angka Pengangguran Indonesia Tahun
1998-2008
B.Pengaruh
Kepadatan Populasi Penduduk Indonesia Terhadap
Lahan Pemrmukiman
Kepadatan penduduk mendorong peningkatan
kebutuhan lahan, baik lahan untuk tempat tinggal,sarana penunjang kehidupan,
industri, tempat pertanian, dan sebagainya. Untuk mengatasi kekurangan lahan,
sering dilakukan dengan memanfaatkan lahan pertanian produktif untuk perumahan
dan pembangunan sarana dan prasarana kehidupan. Selain itu pembukaan hutan juga
sering dilakukan untuk membangun areal industri, perkebunan, dan pertanian.
Meskipun hal ini dapat dianggap sebagai solusi, sesungguhnya kegiatan itu
merusak lingkungan hidup yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan. Jadi
peluang terjadinya kerusakan lingkungan akan meningkat seiring dengan
bertambahnya kepadatan penduduk.
Kesimpulan:
A.Pengaruh
Kepadatan Populasi Penduduk Indonesia Terhadap Lapangan Pekerjaan
Dari uraian diatas
dapat disimpulkan bahwa,Kurangnya
lapangan pekerjaan merupakan masalah yang harus ditangani dengan sungguh-sungguh. Alasannya, bekerja
atau tidak bekerja seseorang berhubungan langsung dengan kesempatan orang
mencari nafkah.Dengan bekerja, seseorang harus mendapat penghasilan untuk membiayai hidup dan keluarganya.
Kesempatan
kerja adalah tersedianya lapangan kerja bagi angkatan kerja yang membutuhkan
pekerjaan. Kesempatan kerja di Indonesia di jamin dalam pasal 27 ayat 2 UUD
1945 yang berbunyi: “ Setiap
warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak.” Dari bunyi
pasal 27 ayat 2 UUD 1945 itu jelas bahwa pemerintah Indonesia bertanggung jawab
atas penciptaan lapangan kerja.Pemerintah berusaha untuk menciptakan lapangan
kerja bagi setiap warga negara karena penciptaan lapangan kerja berhubungan
dengan peningkatan pendapatan per kapita sekaligus pendapatan nasional.
Jumlah
penduduk Indonesia merupakan keempat terbesar di dunia setelah RRC, India, dan Amerika serikat. Laju pertumbuhan
penduduk Indonesia rata-rata 1,49% sehingga pada tahun 2006, jumlah penduduk di
Indonesia telah mencapai 222 juta orang (data BPS Maret 2006). Sejalan dengan
pertumbuhan penduduk tersebut, jumlah tenaga kerja dan angkatan kerja juga meningkat.
Pada tahun 1980, jumlah angkatan kerja Indonesia mencapai 53,3 juta orang.
Angka ini naik menjadi 106,8 juta orang pada bulan februari 2006 (data BPS ).
Dengan demikian, dapat kita katakan semakain besar jumlah penduduk, semakin
besar pula jumlah angkatan kerjanya.
Orang yang tidak bekerja disebut
pengangguran.Pengangguran
atau tuna karya adalah istilah untuk orang yang tidak bekerja sama sekali,
sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama seminggu, atau
seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan yang layak. Hal
ini merupakan salah satu permasalahan dalam ekonomi yang paling sulit
diselesaikan sampai detik ini, apalagi untuk negara-negara berkembang
seperti Indonesia.Bila kita lihat dari tahun ke tahun, jumlah pengangguran
justru makin banyak bukannya makin sedikit.Hal ini menunjukkan bahwa
pembangunan ekonomi yang sudah ada tidak sanggup untuk menciptakan kesempatan
kerja yang lebih cepat dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk yang makin
pesat.
Berikut ini adalah beberapa penyebab
yang menyebabkan menjamurnya para penganggur di Indonesia.:
-Penduduk yang relatif banyak.
-Pendidikan dan keterampilan yang
rendah.
-Angkatan kerja tidak dapat memenuhi
persyaratan yang diminta dunia kerja.
-Terbatasnya lapangan kerja yang
ada.
-Teknologi yang semakin modern.
-Pengusaha yang selalu mengejar
keuntungan dengan menerapkan sistem pegawai kontrak (outsourcing).
-Adanya pemutusan kerja dari
perusahaan biasanya disebabkan antara lain; perusahaan yang menutup
atau mengurangi bidang usahanya akibat krisis ekonomi atau keamanan yang kurang
kondusif; peraturan yang menghambat inventasi; hambatan dalam proses ekspor
impor, dan lain-lain.
-Pemulangan TKI ke Indonesia. TKI
yang bermasalah di luar negeri sehingga harus di deportasi ke daerah asalnya
tentunya hanya akan menambah daftar panjang para penganggur di Indonesia.
Padahal sebenarnya diharapkan TKI tersebut dapat membantu pemerintah mengurangi
jumlah pengangguran di negeri ini dan menambah devisa Negara.
-Penyediaan dan pemanfaat tenaga
kerja antar daerah tidak seimbang.
Adapun jenis dan macam
pengangguran:
-Berdasarkan jam kerja:
1.Pengangguran
Terselubung (Disguised
Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena
suatu alasan tertentu.
2.Setengah Menganggur (Under
Unemployment) adalah tenaga kerja yang tidak bekerja secara optimal karena
tidak ada lapangan pekerjaan, biasanya tenaga kerja setengah menganggur ini
merupakan tenaga kerja yang bekerja kurang dari 35 jam selama seminggu.
3.Pengangguran Terbuka (Open
Unemployment) adalah tenaga kerja yang sungguh-sungguh tidak mempunyai
pekerjaan. Pengganguran jenis ini cukup banyak karena memang belum mendapat
pekerjaan padahal telah berusaha secara maksimal.
-Berdasarkan
penyebab terjadinya:
1.Pengangguran friksional (frictional
unemployment)
Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang
disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar
kerja dengan pembuka lamaran pekerna penganggur yang mencari lapangan pekerjaan
tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja.
2.Pengangguran konjungtural (cycle
unemployment)
Pengangguran konjungtoral adalah pengangguran yang diakibatkan oleh perubahan
gelombang (naik-turunnya) kehidupan perekonomian/siklus ekonomi.
3.Pengangguran struktural (structural
unemployment)
Pengangguran struktural adalah pengangguran yang diakibatkan oleh
perubahan struktur ekonomi dan corak ekonomi dalam jangka panjang. Pengangguran
struktural bisa diakibatkan oleh beberapa kemungkinan, seperti:
1.Akibat
permintaan berkurang.
2.Akibat
kemajuan dan pengguanaan teknologi.
3.Akibat kebijakan
pemerintah.
4 4.Pengangguran musiman (seasonal
Unemployment)
Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi
kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus
nganggur.Contohnya seperti petani yang
menanti musim tanam, pedagang durian yang
menanti musim durian.
5. Pengangguran
siklikal
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas
naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah
daripada penawaran kerja.
6.Pengangguran teknologi
Pengangguran teknologi adalah pengangguran yang terjadi akibat perubahan atau
penggantian tenaga manusia menjadi tenaga mesin-mesin.
7.Pengangguran siklus
Pengangguran
siklus adalah pengangguran yang diakibatkan oleh menurunnya kegiatan
perekonomian karena terjadi resesi.Pengangguran siklus disebabkan oleh
kurangnya permintaan masyarakat (aggrerate demand).
-Mendorong majunya pendidikan. Pendidikan gratis bagi yang kurang mampu..
-Pemerintah sebaiknya menyediakan atau menciptakan lapangan
pekerjaan yang lebih banyak sehingga dapat membantu untuk mengurangi tingkat
pengangguran.
-Mendidirkan tempat-tempat pelatihan keterampilan, misalnya
kursus menjahit, pelatihan membuat kerajinan tangan, atau BLK (Balai Latihan
Kerja) yang didirikan di banyak daerah.
-Meningkatkan dan mendorong kewiraswastaan.
-Mendorong
terbukanya kesempatan usaha-usaha informal.
-Meningkatkan
usaha transmigasi.
- Meningkatkan
pembangunan dengan sistem padat karya.
-Mengintensifkan program keluarga berencana.
Kesimpulan:
B.Pengaruh
Kepadatan Populasi penduduk Indonesia terhadap Lahan Permukiman
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa,
Kepadatan penduduk mendorong peningkatan
kebutuhan lahan, baik lahan untuk tempat tinggal,sarana penunjang kehidupan,
industri, tempat pertanian, dan sebagainya. Untuk mengatasi kekurangan lahan,
sering dilakukan dengan memanfaatkan lahan pertanian produktif untuk perumahan
dan pembangunan sarana dan prasarana kehidupan. Selain itu pembukaan hutan juga
sering dilakukan untuk membangun areal industri, perkebunan, dan pertanian.
Meskipun hal ini dapat dianggap sebagai solusi, sesungguhnya kegiatan itu merusak
lingkungan hidup yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan.